Sunday, March 1, 2009
jepang menang akademi show
berikut ini beritanya
kato san, demikian si pembuat anime ini, menampilkan sebuah anime
yang menggambarkan kehidupan seorang lelaku tua yang dalam membangun sebuah rumah diatas laut,
lalu pipa penghisap rokoknya terjatuh ke laut, dan dia berusaha mengambilnya.
dalam proses pengambilan itu, dia masuk ke sebuah ruangan yang dulu pernah dihuni olehnya
karena melihat ruangan itu, maka dia terkenang saat dulu bersama dengan anaknya dan istrinya.
anime ini, menurutku, ga begitu bagus, cuman, artistik dan menyentuh hati.
mungkin para juri, sudah tua tua, jadinya anime ini sangat berarti bagi dia.
Thursday, February 26, 2009
Kalau perlu, tuduhlah dulu sebelum jadi tertuduh
Itulah gaya orang kita, yang intinya nggak mau disalahkan. Maunya benar melulu dan sebelum disalahkan, kalau bisa, salahkan dulu walau nyatanya dia juga keliru. Ini terjadi pada semua lingkungan, dan yang paling banyak kutemukan, adalah lingkungan pendidikan. Contohnya adalah dosen.
Sekarang coba diperhatikan, dosen mana yang mau disalahkan mahasiswanya. Barangkali sampai kiamat, ga ada dosen yang seperti itu. Kalau perlu, menyalahkan dulu sang mahasiswa sebelum disalahkan. Bukan kepada mahasiswa saja, tapi juga kepada sesama dosen lainnya.
Untuk hal ini, kadang sang dosen selalu bertindak dengan aman dan nggak mau ambil resiko. Mereka dalam bertindak, matang betul dan selalu bersiap untuk berbagai pertanyaan yang muncul. Dan satu lagi, alasannya adaaaa aja.
Coba sih, untuk bilang, ok, saya salah. Maaf dan besok tidak akan seperti ini. Titik. Ga ada tapi tapian. Atau minim, jangan menyalahkan dulu sebelum disalahkan.
Itulah uneg unegku, maaf kalau ada yang tersinggung.Wednesday, February 25, 2009
judul skripsi di indonesia dan jepang
bisa dibandingkan tidak kedalaman materi mahasiswa kita? dosen nya juga tidak mengarahkan cara berpikir ala peneliti internasional. maunya cuma penelitian yang ada di kulitnya saja sementara kulit kan dipengaruhi dari dalamnya. jarang sekali penelitian di indonesia yang mengupas bagian dalamnya. kalau begini terus, kapan kita bisa publikasi internasional?
hari ini, ujian masuk perguruan tinggi
yang jadi panitia ujian adalah dosen dan karyawan di universitas. sama seperti di tempat kita. bedanya adalah suasananya. terutama tempat parkir dan jalan masuk ke universitas. karena universitas berada di jalan sub, maka peserta tidak diperbolehkan memarkir kendaraan di sekitar universitas. tentu saja, bukan siswanya, melainkan orang tua/sang pengantar. begitu drop. langsung harus keluar dari area itu.
tidak terjadi antrian disini, karena mereka lebih memilih menggunakan kereta. di pintu masuknyapun, sudah berdiri semacam orang yang memberikan brosur berupa jasa service atau pendidikan lainnya, seperti kursus bahasa inggris.
aku yang mau masuk, harus memperlihatkan kartu mahasiswa di pintu utama. dan kali ini, sang penjaga, ceroboh banget, yang kutunjukkan bukan kartu mahasiswa, tapi ktp. he he... entah kenapa dia ok ok aja. padahal yang diminta sudah jelas kartu mahasiswa. karena kartu itu berada di tumpukan paling dalam diantara kartu lainnya, maka, ya yang kuperlihatkan hanya bagian atas saja, yaitu ktp.
Tuesday, February 24, 2009
jangan paksakan rakyat indonesia dengan internet
Monday, February 16, 2009
hari ini, ujian akhir mahasiswa S2
mahasiswa berpakaian jas hitam hitam, pakaian ini layaknya seragam saat test mencari kerja. mungkin aneh bagi kita, karena kita hanya mengenakan pakean jas almamater atau seragam putih bawahan hitam. disini tidak ada jas almamater. adanya ya jas biasa itu.
ujian berlangsung selama 20 menit saja! wow sangat singkat. 15 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk pertanyaan. begitu mudahnya.. akan tetapi jika 5 menit itu tidak dapat dipake untuk menjawab pertanyaan, habislah dia. waktu diatur begitu ketatnya sehingga kalaupun mundur, tidak lebih dari satu menit.
ujian ini sifatnya terbuka, semua orang boleh ikut serta dan boleh tanya tentunya jika ada waktu untuk itu. tidak heran, ketika satu orang yang presentasi, maka rekan segrupnya ikut serta menikmatinya. ruangan kelas akhirnya jadi penuh.
sudah dulu ya. mau melihat ujiannya niih.
Sunday, February 8, 2009
tidak ada ujian tersistem di jepang
di jepang, ujian dilakukan secara mandiri oleh dosen yang bersangkutan dan dilaksanakan pada tatap muka terakhir mata kuliah itu. ujiannya bisa jadi seminggu penuh dan setiap hari dua mata kuliah. tapi pada umumnya, tiap hari hanya ada satu ujian saja.
tidak ada pengawas, tidak ada lembar jawab dan tidak ada panitia ujian. semua dilakukan full oleh dosen yang bersangkutan. akhirnya, tidak ada pengeluaran snack, tidak ada honor pengawas dan panitia ujian. betul betul praktis.
satu matakulia, diampu oleh satu dosen saja. mulai dari awal tatap muka hingga akhir tatap muka. umumnya, satu dosen, satu matakuliah. mahasiswa yang mengambil matakuliah itupun, juga jumlahnya bisa dibilang tidak sedikit. paling tidak ada 50 orang per kelas.
praktikum langsung diampu oleh dosen yang bersangkutan dengan dibantu oleh 10 orang asisten laboratorium. asisten ini, adalah mahasiswa tahun terakhir yang sedang melaksanakan penelitian di labnya sang dosen itu. betul betul praktis.
lihatlah kita, satu matakuliah, ada berapa dosen? efektifkah? indonesia memang kebanyakan dosen. usula pada pemerintah, agar tidak terus menambah jumlah dosen. makin banyak dosen, bukan jaminan untuk pendidikan jadi lebih baik. dengan kerja efektif sang dosen, maka mahasiswa juga akan lebih pintar dan sang dosenpun juga makin mapan.
Friday, February 6, 2009
kecepatan internet di jepang

kecepatan ini, dengan kecepatan internet di Indonesia, bisa dibilang, ibarat emas dan besi tua, atau kasarnya lagi, ibarat motor sport dan motor si pitung. kadang kalau ikut berpikir tentang kemajuan teknologi internet di indonesia, jadi sedih dan malah jadi marah sendiri. khusus untuk perihal kecepatan internet, siapa yang salah coba?
untuk melihat kecepatan internet di indonesia saat ini, bisa dilihat disini. coba, setelah melihat hasil itu, apa komentar anda?
sekarang yang jadi pertanyaan, berapa biaya langganan intenet perbulan di jepang? berikut ini pemaparan item untuk berlangganan internet selama satu bulan di jepang.
1. biaya koneksi = ¥3,900
2. biaya sewa saluran telepon = ¥1,900
3. biaya perangkat (modem dll) = free
jadi total untuk berlangganan internet selama sebulan, sebesar sekitar ¥ 6,000 (Rp. 750.000).
biaya ini persis sama dengan biaya speedy yang paket unlimited itu.
di jepang, juga tersedia jaringan 3G akan tetapi jika menggunakan provider 3G / telepon seluler (bukan kabel) seperti softbank, biaya internet jadi super mahal (ga percaya? lihat aja disini), bayangkan saja, untuk mengakses 11 MB, anda harus mengeluarkan dana sebesar langganan internet itu tadi. nggak masuk akal kan? charge terhadap kelebihan kuota sebesar ¥ 0.2 per kb (sekitar Rp. 20/kb). benar benar tidak masuk akal. belum lagi ditambah untuk beli usb modemnya.
sekarang mulai marak yang namanya e-mobile. paket internet ini disediakan secara khusus oleh provider e-mobile, yang konsentrasi bisnisnya hanya untuk komunikasi data, bukan voice (tapi sekarang sudah merambah ke voice juga). e-mobile menggunakan jaringan 3G untuk memberikan akses internet pada pelanggannya. yang menarik untuk dicermati, adalah harga untuk berlangganan internet. biayanya sekitar enam ribu yen, akan tetapi yang unik adalah, harga modem saat pertama kali kontrak. harga termurah, sekitar 200 ribu rupiah (modem seperti modem HSDPA huawei yang putih itu). harga modem termahal sampai dengan dua juta rupiah (HSDPA dan HSUPA). HSUPA, menjanjikan fasilitas voice dan data secara bersamaan (kontrak selama 2 th). macam macam modem dapat dilihat disini
terakhir, kembali ke internet di indonesia, dipikir pikir, perkembangannya, cukup menggembirakan dengan makin bertambahnya pelanggan dan service yang diberikan. tapi rupanya yang muncul belakangan ini adalah penyakit lama management publik di tempat kita, makin banyak pelanggan, service makin mengecewakan. mestinya para provider juga bisa menjaga kualitas koneksi, bukan hanya mementingkan keuntungan semata.